| ชื่อเรื่อง | : | Menyelamatkan Kehidupan Ihan Batak (Tor soro/Labeobarbus soro) Dari Aspek Peraturan Pidana |
| นักวิจัย | : | Tongam Oase Christian Hasudungan Simanjuntak |
| คำค้น | : | ilmu hukum |
| หน่วยงาน | : | University of Sumatera Utara Library, Indonesia |
| ผู้ร่วมงาน | : | Prof. Chainur Arrasyid, SH |
| ปีพิมพ์ | : | 2551 |
| อ้างอิง | : | Renny Widiastuti , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/5268 |
| ที่มา | : | - |
| ความเชี่ยวชาญ | : | - |
| ความสัมพันธ์ | : | - |
| ขอบเขตของเนื้อหา | : | - |
| บทคัดย่อ/คำอธิบาย | : | “... adalah tugas kita semua baik sebagai pribadi, keluarga, golongan masyarakat, pendidik, ilmuan, penguasa ataupun birokrat, siapa saja di muka bumi ini untuk bersama-sama menjaga dan mencintai hidup dan kehidupan. Dunia ini bukanlah milik seseorang sehingga dia bebas berbuat apa saja sekehendak hatinya atau bukan pula milik orang lain sehingga kita tidak merasa memiliki dan merasa bertanggung jawab atas kelestarian serta kelangsungannya. Dunia ini bukanlah milik manusia pada jaman dan abad masa kini saja, tetapi juga adalah milik dari anak cucu manusia yang masih kecil-kecil bahkan yang akan lahir kemudian..." (T.O.C.H. Simanjuntak, 2000: 12).” Manusia dan sumber daya lain mempunyai kaitan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Pada satu sisi, manusia membutuhkan ketersediaan sumber daya lain yang ada di alam semesta demi kelangsungan hidupnya. Di sisi lain, sumber daya tersebut akan tetap apabila manusia tetap menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup sumber daya tersebut pula. Menurut “Daftar Merah Jenis Terancam Punah” yang diterbitkan oleh International Union for Conservation. of Nature and Natural Resources (WeN) tahun 1990, Tor soro/Labeobarbus sora (Ihan Batak) dikatakan harus diawasi dan diperhatikan karena kondisinya yang terancam punah. Ihan Batak merupakan ikan khas masyarakat Batak dan mempunyai “nilai magis” yang tinggi. Dahulu jenis ikan ini sering digunakan sebagai sarana dalam upacara ritual adat Batak. Berdasarkan penelitian awal di lapangan, ditemukan 8 (delapan) faktor yang menyebabkan spesies Ihan Batak menjadi terancam punah. Faktor-faktor tersebut ialah: a) penggundulan hutan; b) pencemaran; c) introduksi; d) penangkapan; e) peraturan; f) peranan masyarakat; g) usaha ke arah pelestarian; dan, h) teknologi. “Peraturan” merupakan suatu faktor yang sangat dominan dari sejumlah faktor ancaman yang ada. Ia merupakan kata kunci dalam menyelamatkan sumber daya Ihan Batak maupun sumber daya lain dari ancaman kerusakan atau kepunahan. Peraturan yang berkualitas akan menjadi landasan hukum serta menjadi dasar untuk melakukan kebijakan-kebijakan tertentu di lapangan. Di samping itu, peraturan yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan dalam penegakan hukum pidana lingkungan. Tesis ini memfokuskan penelitiannya kepada masalah peraturan yang menyangkut Ihan Batak, yaitu: Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup; Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1985 tentapg Perikanan. Beberapa masalah yang akan diteliti dati ketiga peraturan itu, ialah: bagaimana sistematika substansi setiap peraturan itu diatur, dan bagaimana sinkronisasinya satu dengan yang lain; apakah pengaturan sanksi pidana padaketiga undang-undang itu sudah sesuai dengan teori-teori keilmuan yang ada; apakah aturan-aturan pidana dati ketiga peraturan tersebut secara simultan dapat bennanfaat untuk menyelamatkan kehidupan Ihan Batak dari ancaman kepunahan. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa masalah sistematika dan sinkronisasi dati ketiga peraturan tersebut, masih jauh dati pada yang diharapkan. Selain itu, sanksi-sanksi pidana yang diatur di dalam ketiga peraturan tersebut juga mempunyai banyak permasalahan hukum yang perlu segera diselesaikan secara sungguh-sungguh. Banyaknya pennasalahan hukum yang melekat di dalam ketiga peraturan tersebut dapat memberikan kesempatan yang selebar-lebarnya kepada siapa saja, untuk melakukan penyelewengan hukum. Sebagai kesimpulan akhir ialah, aturan pidana dari ketiga peraturan tersebut secara simultan, belum dapat menunjukkan peranannya yang maksimal dalam menyelamatkan kehidupan Than Batak (Tor sorolLabeobarbus sora) dart kondisi yang sudah terancam punah. Mendampingi kesimpulan yang disebutkan di atas, melalui tesis ini juga disarankan supaya pemerintah segera menyempurnakan segala peraturan yang sudah ada. Selain itu, pemerintah juga disarankan supaya segera membentuk peraturan yang masih belum ada menyangkut pengeIolaan lingkungan hidup di tanah air. D0200264 |
| บรรณานุกรม | : |
Tongam Oase Christian Hasudungan Simanjuntak . (2551). Menyelamatkan Kehidupan Ihan Batak
(Tor soro/Labeobarbus soro)
Dari Aspek Peraturan Pidana.
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Tongam Oase Christian Hasudungan Simanjuntak . 2551. "Menyelamatkan Kehidupan Ihan Batak
(Tor soro/Labeobarbus soro)
Dari Aspek Peraturan Pidana".
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Tongam Oase Christian Hasudungan Simanjuntak . "Menyelamatkan Kehidupan Ihan Batak
(Tor soro/Labeobarbus soro)
Dari Aspek Peraturan Pidana."
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2551. Print. Tongam Oase Christian Hasudungan Simanjuntak . Menyelamatkan Kehidupan Ihan Batak
(Tor soro/Labeobarbus soro)
Dari Aspek Peraturan Pidana. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2551.
|
