| ชื่อเรื่อง | : | Embriogenesis Jambu Bol (Syzygium Malaccense (L.) Merr, & Perry) Dengan Penggunaan Auksin Dan Sitokinin |
| นักวิจัย | : | Trina, Susana Tabah S. |
| คำค้น | : | embriogenesis , jambu bol (syzygium malaccense (l) merr , & perry) , penggunaan auksin , sitokinin |
| หน่วยงาน | : | University of Sumatera Utara Library, Indonesia |
| ผู้ร่วมงาน | : | Napitupulu, J.A. |
| ปีพิมพ์ | : | 2551 |
| อ้างอิง | : | Sundari , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3859 |
| ที่มา | : | - |
| ความเชี่ยวชาญ | : | - |
| ความสัมพันธ์ | : | - |
| ขอบเขตของเนื้อหา | : | - |
| บทคัดย่อ/คำอธิบาย | : | Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi 2,4-D dan BAP serta interaksi keduanya terhadap inisiasi kalus yang berasal dari eksplan daun muda jambu bol guna memperoleh tingkat konsentrasi yang terbaik untuk tujuan perbanyakan bagi embriogenesis, dan untuk mengetahui pengaruhtingkat konsentrasi NAA dan Kinetin serta interaksi keduanya terhadap kalusembriogenik. Penelitian ini berlangsung sejak bulan Juli 2001 sampai dengan bulan Mei 2002 di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian dan Laboratorium Struktur Hewan (Bagian Mikroteknik), Program Studi Biologi FMIPA, Universitas Sumatera Utara, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial yang diulang empat kali. Faktor yang diteliti meliputi pada tahap inisiasi kalus: 2,4-D dengan empat taraf (0,5 mg/l, 1,5 mg/l, 2,5 mg/l, 3,5 mg/l) dan BAP dengan empat taraf (0,0 mg/l, 0,5 mg/l, 1,0 mg/l 1,5 mg/l), pada tahap embriogenesis: NAA dengan tiga taraf (0,00 mg/l, 0,25 mg/l, 0,50 mg/l) dan Kinetin dengan tiga taraf (0,00 mg/l, 0,50 mg/l, 1,00 mg/l), Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap inisiasi kalus tingkat konsentrasi 2,4-D dan BAP memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap persentase terbentuknya kalus dan perkembangan kalus tetapi interaksi keduanya nyata terhadap peningkatan pertambahan bobot kalus umur 8 dan 10 mst Perlakuan 0,5 mg/12,4-D + 0,35 mg/l BAP merupakan konsentrasi yang dapat menghasilkan pertambahan bobot kalus yang maksimal pada umur 8 dan 10 mst, Pada tahap embriogenesis, tingkat konsentrasi NAA memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap persentase kalus embriogenik, sementara tingkat konsentrasi Kinetin nyata meningkatkan persentase terbentuknya kalus embriogenik, Konsentrasi 0,50 mg/l dan 1,00 mg/l Kinetin dapat menghasilkan persentase kalus embriogenik yang tinggi dan hasil analisis histologi menunjukkan adanya tahapan embriogenesis somatik. D0300103 |
| บรรณานุกรม | : |
Trina, Susana Tabah S. . (2551). Embriogenesis Jambu Bol (Syzygium Malaccense (L.) Merr, & Perry) Dengan Penggunaan Auksin Dan Sitokinin.
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Trina, Susana Tabah S. . 2551. "Embriogenesis Jambu Bol (Syzygium Malaccense (L.) Merr, & Perry) Dengan Penggunaan Auksin Dan Sitokinin".
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Trina, Susana Tabah S. . "Embriogenesis Jambu Bol (Syzygium Malaccense (L.) Merr, & Perry) Dengan Penggunaan Auksin Dan Sitokinin."
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2551. Print. Trina, Susana Tabah S. . Embriogenesis Jambu Bol (Syzygium Malaccense (L.) Merr, & Perry) Dengan Penggunaan Auksin Dan Sitokinin. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2551.
|
