ridm@nrct.go.th   ระบบคลังข้อมูลงานวิจัยไทย   รายการโปรดที่คุณเลือกไว้

Studi Virulensi Isolat Colletotrichum Gloeosporioides Penz.Dan Pemberian Pupuk Ekstra (N,K) Pada Klon Karet Dan Ketahanan Terhadap Penyakit Gugur Daun Colletotrichum

หน่วยงาน University of Sumatera Utara Library, Indonesia

รายละเอียด

ชื่อเรื่อง : Studi Virulensi Isolat Colletotrichum Gloeosporioides Penz.Dan Pemberian Pupuk Ekstra (N,K) Pada Klon Karet Dan Ketahanan Terhadap Penyakit Gugur Daun Colletotrichum
นักวิจัย : Syamsafitri
คำค้น : -
หน่วยงาน : University of Sumatera Utara Library, Indonesia
ผู้ร่วมงาน : Rosmayati , Hasanuddin , Karyudi
ปีพิมพ์ : 2552
อ้างอิง : Franz , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3880
ที่มา : -
ความเชี่ยวชาญ : -
ความสัมพันธ์ : -
ขอบเขตของเนื้อหา : -
บทคัดย่อ/คำอธิบาย :

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan isolat C.gloeosporiodes yang virulen dari dua daerah yang berbeda ( Langkat dan Deli Serdang) dan mengetahui pengaruh pemberian pupuk ekstra (N, K) terhadap pertumbuhan klon karet dan ketahanan terhadap penyakit gugur daun C.gloeosporiodes. Penelitian I. Uji Virulensi Isolat C.gloeosporiodes bahan yang digunakan adalah tanaman karet asal klon K1 ( BPM 1), K2 (GT1), K3 (BPM 24), K4 (PB260), dan isolat C.gloeosporioides asal Langkat dan D.Serdang menggunakan rancangan RAL Faktorial dengan 2 faktor perlakuan di Laboratorim Penyakit Balit. Karet Sungei Putih dari bulan November 2007 – Desember 2008. Hasil penelitian tahap I. menunjukkan bahwa dari klon BPM24 rentan terhadap isolat C.gloeosporioides asal Deli Serdang dengan periode laten yang paling cepat yaitu 2 hsi,laju perkembangan bercak 0,31 dan intensitas penyakit 92,50%. Disusul oleh klon K3I11 (BPM 24 dan isolat Langkat) dengan periode laten 2,60 hsi, laju perkembangan bercak 0,19 dan intensitas penyakit 64,38% . Perlakuan K4I11 ( PB 260 dan isolat Langkat) menunjukkan periode laten yang paling lama yaitu 3,2 hsi, laju perkembangan bercak 0,15, dan intensitas penyakit 45,35%. Perlakuan K4I2 ( PB 260 isolat Deli Serdang) periode laten 2,8 hsi, laju perkembangan bercak 0,17, dengan intensitas penyakit 50,63% . Berdasarkan peubah periode laten, laju perkembangan penyakit, dan intensitas penyakit maka dapat dikatakan bahwa klon K1 (BPM1) agak resisten dan K4 ( PB260) moderat terhadap I1( isolat Langkat ) sedangkan klon K1 agak rentan terhadap I2 (isolat Deli Serdang) dan Klon K4 moderat terhadap I2. Klon K2 (GT1) agak rentan terhadap isolat I2 (Isolat D.Serdang ), tetapi klon K3 ( BPM 24) rentan terhadap I2 (isolat Deli Serdang). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa isolat C.gloeosporioides Deli Serdang lebih virulen dalam menyebabkan penyakit gugur daun pada tanaman karet Penelitian II. Pengujian Ketahanan Klon terhadap C.gloeosporioides dengan Pemberian pupuk Ekstra (N,K) dilakukan pada bulan Desember 2007 sampai dengan Mei 2008 di Kebun Balai Pusat Penelitian Karet Sungei Putih ddengan bahan penelitian Klon karet PB260, GT1,BPM 1 dan BPM 24 ,Isolat C.gloeosporioides Deli Serdang pupuk TSP,KCl dan Urea. Metode penelitian yang digunakan adalah Rak Faktorial, dimana: Faktor I adalah Interval Dosis pemberian pupuk Ekstra (N, K) P0= 0 % (Kontrol) P1= 25% dari rekomendasi P2 = 50% dari rekomendasi P3= 75% dari rekomendasi. Faktor II adalah Klon Karet K1 = BPM1, K2 = GT1, K3 = BPM 24 K4 = PB 260 . Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar,bobot kering akar, bobot kering tajuk,nisbah akar tajuk,laju pertumbuhan nisbi akar, laju assimilasi bersih, panjang ruas, diameter batang, total luas daun, intensitas penyakit, dan laju infeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk ekstra (N,K) dan klon secara statistik menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap peubah tinggi tanaman, panjang akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, intensitas penyakit dan laju infeksi. Tanaman yang paling tinggi terdapat pada perlakuan P3K4 ( 75% pupuk ekstra dan klon PB 260) yaitu 62,54 cm. Panjang akar dan bobot kering tajuk yang paling tinggi pada perlakuan P2K1 ( 50% pupuk ekstra dan klon BPM1) yaitu 44,92 cm dan 29,17 g. Bobot kering akar yang paling tinggi pada perlakuan P2K3 ( 50% pupuk ekstra dan klon BPM24). Intensitas penyakit yang tertinggi pada perlakuan P2K3 ( 50% pupuk ekstra dan klon BPM 24 ) yaitu 36,63 % dan intensitas penyakit yang terkecil pada pelakuan P0K1 ( 0% pupuk ekstra dan klon BPM1) yaitu 16,44 %, sedangkan laju infeksi yang paling tinggi terdapat pada perlakuan P3K2 ( 75% pupuk ekstra dan klon BPM24) yaitu 0,186 dengan tingkat ketahanan agak resisten terhadap Isolat C.gloeosporioides Deli Serdang dan laju infeksi yang paling rendah pada perlakuan P3K3 ( 75% pupuk ekstra dan klon BPM24 ) yaitu 0,002 dengan tingkat ketahanan agak resisten terhadap Isolat C.gloeosporioides Deli Serdang.

08E00871

บรรณานุกรม :
Syamsafitri . (2552). Studi Virulensi Isolat Colletotrichum Gloeosporioides Penz.Dan Pemberian Pupuk Ekstra (N,K) Pada Klon Karet Dan Ketahanan Terhadap Penyakit Gugur Daun Colletotrichum.
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia.
Syamsafitri . 2552. "Studi Virulensi Isolat Colletotrichum Gloeosporioides Penz.Dan Pemberian Pupuk Ekstra (N,K) Pada Klon Karet Dan Ketahanan Terhadap Penyakit Gugur Daun Colletotrichum".
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia.
Syamsafitri . "Studi Virulensi Isolat Colletotrichum Gloeosporioides Penz.Dan Pemberian Pupuk Ekstra (N,K) Pada Klon Karet Dan Ketahanan Terhadap Penyakit Gugur Daun Colletotrichum."
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2552. Print.
Syamsafitri . Studi Virulensi Isolat Colletotrichum Gloeosporioides Penz.Dan Pemberian Pupuk Ekstra (N,K) Pada Klon Karet Dan Ketahanan Terhadap Penyakit Gugur Daun Colletotrichum. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2552.