ridm@nrct.go.th   ระบบคลังข้อมูลงานวิจัยไทย   รายการโปรดที่คุณเลือกไว้

Jenis dan fungsi tuturan pada. cerita bergambar bahasa inggris untuk anak-anak : suatu kajian pragmatik

หน่วยงาน University of Sumatera Utara Library, Indonesia

รายละเอียด

ชื่อเรื่อง : Jenis dan fungsi tuturan pada. cerita bergambar bahasa inggris untuk anak-anak : suatu kajian pragmatik
นักวิจัย : Sholihatul Hamidah Daulay
คำค้น : pragmatik , tindak tutur
หน่วยงาน : University of Sumatera Utara Library, Indonesia
ผู้ร่วมงาน : Prof. Mangasa Silitonga, Ph.D.; Prof. Bahren Umar Siregar, Ph.D.
ปีพิมพ์ : 2551
อ้างอิง : Juli Handayani , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/5647
ที่มา : -
ความเชี่ยวชาญ : -
ความสัมพันธ์ : -
ขอบเขตของเนื้อหา : -
บทคัดย่อ/คำอธิบาย :

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tuturan yang terdapat pada cerita bergambar bahasa Inggris untuk anak-anak, menemukan jenis dan fungsi tuturan yang dominan, serta mencari penyebab munculnya tuturan tertentu yang lebih dominan tersebut pada cerita bergambar bahasa Inggris untuk anak-anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan kuantitatif, dengan cara mengidentifikasi dan mengamati tuturan demi tuturan yang terdapat pada teks cerita bergambar bahasa Inggris untuk anak-anak serta membuat persentase dari data yang terkumpul pada tabel yang memuat kolom sebaran tuturan, modus tuturan, jenis tuturan dan fungsi tuturan pada setiap cerita bergambar tersebut. Dari hasil analisis data dan pembahasan ditemukan bahwa ada 1866 tuturan pada kesepuluh cerita bergambar bahasa Inggris untuk anak-anak. Jenis tuturan yang digunakan adalah jenis tuturan langsung literal dan tuturan langsung tidak literal. Pada fungsi tuturan yang digunakan adalah fungsi konstatif dan fungsi performatif. Pada cerita bergambar bahasa Inggris ini, jenis tuturan yang paling dominan adalah tuturan langsung literal (97,32%) sedangkan untuk fungsi tuturan adalah fungsi konstatif (96,30%). Penggunaan jenis tuturan langsung literal lebih mendominasi karena anak-anak sebagai pembaca tidak perlu lagi menginterpretasikan makna tuturan dengan sesuatu yang berada dibalik tuturan, selain itu juga disebabkan kemampuan berrialarnya yang masih sangat terbatas. Sedangkan penggunaan fungsi konstatif lebih banyak karena semua cerita disajikan dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Pemakaian kata ganti orang ketiga tersebut disebabkan karena naratorlah yang menggerakkan atau memainkan semua peran para tokoh/pelaku.

002109029

บรรณานุกรม :
Sholihatul Hamidah Daulay . (2551). Jenis dan fungsi tuturan pada. cerita bergambar bahasa inggris untuk anak-anak : suatu kajian pragmatik.
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia.
Sholihatul Hamidah Daulay . 2551. "Jenis dan fungsi tuturan pada. cerita bergambar bahasa inggris untuk anak-anak : suatu kajian pragmatik".
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia.
Sholihatul Hamidah Daulay . "Jenis dan fungsi tuturan pada. cerita bergambar bahasa inggris untuk anak-anak : suatu kajian pragmatik."
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2551. Print.
Sholihatul Hamidah Daulay . Jenis dan fungsi tuturan pada. cerita bergambar bahasa inggris untuk anak-anak : suatu kajian pragmatik. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2551.