ridm@nrct.go.th   ระบบคลังข้อมูลงานวิจัยไทย   รายการโปรดที่คุณเลือกไว้

Pengaruh Padat Penebaran Dan Jenis Pakan Terhadap Produktivitas Tiga Spesies Jangkrik Lokal Yang Dibudidayakan

หน่วยงาน University of Sumatera Utara Library, Indonesia

รายละเอียด

ชื่อเรื่อง : Pengaruh Padat Penebaran Dan Jenis Pakan Terhadap Produktivitas Tiga Spesies Jangkrik Lokal Yang Dibudidayakan
นักวิจัย : Widiyaningrum, Priyantini
คำค้น : jangkrik , konsumsi pakan , produktivitas
หน่วยงาน : University of Sumatera Utara Library, Indonesia
ผู้ร่วมงาน : Sihombing, D.T.H. , Fuah, Asnath M.
ปีพิมพ์ : 2551
อ้างอิง : Juli Handayani , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3909
ที่มา : -
ความเชี่ยวชาญ : -
ความสัมพันธ์ : -
ขอบเขตของเนื้อหา : -
บทคัดย่อ/คำอธิบาย :

Jangkrik (Gryllus sp.) adalah jenis serangga yang dikenal masyarakat sebagai pakan satwa piaraan khususnya aneka burung berkicau dan satwa pemakan serangga. Di USA dan Kanada, selain dimanfaatkan sebagai pakan satwa piaraan dan umpan memancing ikan, jangkrik juga digunakan sebagai hewan laboratorium karena memiliki beberapa kelebihan diantaranya siklus hidupnya pendek, jarang terkena penyakit, murah harganya serta mudah beradaptasi dengan lingkungan dan pakan yang diberikan. Dari aspek nutrisi jangkrik berpotensi sebagai sumber protein hewani alternatif karena mengandung nutrisi dan asam amino cukup lengkap sehingga mampu menggantikan sebagian tepung kedelai dan tepung ikan dalam formula pakan ayam broiler. Di Indonesia jangkrik umumnya diperjualbelikan di pasar lokal dan sejalan dengan makin banyaknya penggemar satwa piaraan, permintaan komoditas ini cenderung meningkat. Masalah utama yang sering muncul adalah belum adanya kontinyuitas penyediaan jangkrik di pasaran akibat keberadaan satwa ini hanya bergantung dari hasil tangkapan di alam, sementara populasi mereka tergantung musim. Masalah lain adalah terganggunya keseimbangan siklus hidup jangkrik di alam akibat perburuan yang terus menerus, kerusakan habitat dan dampak penggunaan insektisida. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu diupayakan pengembangan metode budidaya dengan mengkaji aspek-aspek yang berkaitan dengan produktivitas jangkrik. Informasi-informasi yang berhubungan dengan teknik pemeliharaan, jenis dan perilaku jangkrik, pakan, padat penebaran, sex rasio dan produktivitas sangat diperlukan sehingga suatu penelitian telah dirancang untuk mengkaji aspek-aspek tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh padat penebaran dan jenis pakan terhadap produktivitas tiga spesies jangkrik lokal yang dibudidayakan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Non Ruminansia dan Satwa Harapan Fakultas Peternakan IPB Bogor dan identifikasi jangkrik dilakukan di Balai Penelitian dan Pengembangan Zoologi - LIPI, Cibinong. Dalam penelitian ini digunakan tiga spesies jangkrik lokal yakni Gryllus bimaculatus De geer (jangkrik kalung atau jliteng), Gryllus mitratus Burn (jangkrik bering) dan Gryllus testaceus Walk (jangkrik gawang) serta dua perlakuan pakan yang terdiri dari kombinasi pakan buatan ditambah sawi hijau dan kombinasi pakan buatan ditambah daun pepaya. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap percobaan, masing-masing untuk mengevaluasi : (1). Pengaruh padat penebaran dan jenis pakan terhadap pertumbuhan dan mortalitas jangkrik lokal fase instar dengan tingkat padat penebaran 500, 750, 1000 ekor/kotak; (2). Pengaruh sex rasio dan jenis pakan terhadap produksi dan daya tetas telur, dengan perbandingan jantan betina 1:1, 1:5, 1:9 dan (3). Pengaruh padat penebaran induk dan jenis pakan terhadap mortalitas dan produksi telur kumulatif jangkrik yang dipelihara secara massal, dengan tingkat padat penebaran 50, 100, 150 ekor induk serta rasio jantan betina 1:5. Penelitian Tahap I dan Tahap III dilakukan dengan menggunakan kotak tripleks berukuran 60 x 45 x 30 cm sebanyak 54 buah, Tahap II menggunakan kotak plastik ukuran 40 x 30 x 15 cm masing-masing dengan pemberian pakan ad libitum. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok pola faktorial 3x3x2 dengan ulangan tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal. Hasil penelitian menunjulckan bahwa padat penebaran hingga 1000 ekor/kotak pada fase instar tidak mempengaruhi pertumbuhan tetapi cenderung meningkatkan mortalitas, terutama spesies G. bimaculatus sementara dua spesies yang lain tidak terpengaruh Demikian juga padat penebaran yang semakin tinggi pada pemeliharaan massal cenderung menurunkan produksi telur kumulatif. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan spesies berpengaruh sangat nyata (P < 0.01) terhadap pertambahan bobot hidup, konsumsi pakan, konversi, bobot badan akhir instar, produksi telur, daya tetas telur dan mortalitas. Pertambahan bobot hidup dan konversi pakan terbaik dihasilkan spesies G. bimaculatus (12.50 mg/ekor/hari; 0.89) diikuti G. mitratus (7.62 mg/ekor/hari; 0.96) dan terendah G. testaceus (5.69 mg/ekor/hari; 0.95). Bobot badan akhir instar tertinggi dicapai oleh G. bimaculatus (501.47 mg/ekor) diikuti G. mitratus (306.13 mg/ekor) dan terendah G. testaceus (228.86 mg/ekor). Mortalitas fase instar tertinggi oleh G. bimaculatus (45.86%) diikuti G. mitratus (33.99%) dan terendah G. testaceus (28.41%). Rataan produksi telur tertinggi dicapai G, mitratus (2576 butir/ekor) diikuti G. testaceus (1961 butir/ekor) dan terendah G. bimaculatus (1375 butir/ekor). Daya tetas telur tertinggi dihasilkan oleh G. mitratus (63.56%) diikuti G. bimaculatus (60.23%) dan terendah G. testaceus (39.66%). Produksi telur kumulatif terendah dan mortalitas tertinggi pada pemeliharaan massal berturut-turut adalah G. bimaculatus (produksi 203 butir/ekor, mortalitas 35.04%); G. testaceus (produksi 734 butir/ekor; mortalitas 9.69%) dan G mitratus (produksi 844 butir/ekor; mortalitas 9.49%). Perbedaan pakan tidak berpengaruh pada mortalitas dan daya tetas telur, tetapi nyata berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi telur. Pada ketiga spesies, pemberian kombinasi pakan buatan dan sawi hijau menghasilkan pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, konversi, bobot badan akhir instar dan produksi telur lebih tinggi dibanding kombinasi pakan buatan ditambah daun pepaya. Perbedaan sex rasio tidak berpengaruh nyata pada produksi telur, tetapi sex rasio yang semakin tinggi cenderung menurunkan daya tetas telur. Daya tetas telur pada perlakuan sex rasio 1:1 (55.55%) dan sex rasio 1:5 (57.25%) secara statistik tidak menunjukkan perbedaan tetapi hasil tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan daya tetas pada sex rasio 1:9 (50.64%). Dalam penelitian ini sex rasio 1:5 menghasilkan daya tetas tertinggi dan direkomendasikan untuk digunakan pada penelitian Tahap III. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa spesies G. bimaculatus memiliki laju pertumbuhan dan konversi pakan terbaik, tetapi pada fase produksi, spesies G. mitratus menghasilkan telur dan daya tetas tertinggi dibanding dua spesies yang lain. Kombinasi pakan buatan ditambah sawi hijau memberikan pertumbuhan dan produksi telur lebih baik dibanding kombinasi pakan buatan ditambah daun pepaya, demikian juga perbandingan jantan betina 1:5 menghasilkan daya tetas terbaik untuk ketiga spesies. Pada pemeliharaan secara massal, padat penebaran yang makin tinggi cenderung meningkatkan mortalitas dan menurunkan produksi telur kumulatif.

D0200166

บรรณานุกรม :
Widiyaningrum, Priyantini . (2551). Pengaruh Padat Penebaran Dan Jenis Pakan Terhadap Produktivitas Tiga Spesies Jangkrik Lokal Yang Dibudidayakan.
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia.
Widiyaningrum, Priyantini . 2551. "Pengaruh Padat Penebaran Dan Jenis Pakan Terhadap Produktivitas Tiga Spesies Jangkrik Lokal Yang Dibudidayakan".
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia.
Widiyaningrum, Priyantini . "Pengaruh Padat Penebaran Dan Jenis Pakan Terhadap Produktivitas Tiga Spesies Jangkrik Lokal Yang Dibudidayakan."
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2551. Print.
Widiyaningrum, Priyantini . Pengaruh Padat Penebaran Dan Jenis Pakan Terhadap Produktivitas Tiga Spesies Jangkrik Lokal Yang Dibudidayakan. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2551.