| ชื่อเรื่อง | : | Efek Komposisi Agregat Batu Apung Dan Epoxy Resin Dalam Pembuatan Polymer Concrete Terhadap Karakteristiknya |
| นักวิจัย | : | Juwairiah |
| คำค้น | : | beton ringan , polymer concrete , epoxy resin , batu apung , pasir |
| หน่วยงาน | : | University of Sumatera Utara Library, Indonesia |
| ผู้ร่วมงาน | : | Drs. Anwar Dharma Seimbiring, MS. ; Drs. H. Peramean Sebayang, M.Si. APU |
| ปีพิมพ์ | : | 2552 |
| อ้างอิง | : | Muswita Widya Rahma , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6087 |
| ที่มา | : | - |
| ความเชี่ยวชาญ | : | - |
| ความสัมพันธ์ | : | - |
| ขอบเขตของเนื้อหา | : | - |
| บทคัดย่อ/คำอธิบาย | : | Beton polimer merupakan campuran beton dengan bahan perekat polimer yang dapat meningkatkan sifat fisik, mekanik, dan ketahanan terhadap bahan kimia dalam waktu yang relatif singkat. Telah dilakukan pembuatan beton polimer dengan bahan baku: pasir silika, batu apung dan resin epoksi sebagai material pengikat. Preparasi benda uji dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: ketiga bahan baku (pasir, batu apung dan resin epoksi) dicampur dan diaduk hingga merata, dicetak menjadi benda uji dan dikondisikan (aging) pada suhu 60 oC selama 24 jam. Variasi komposisi yang dibuat dalam penelitian ini, meliputi prosentase jumlah batu apung: 0, 10, 20, 30 dan 50 %, dan resin epoksi: 10, 15, 20, dan 25 % (dalam % berat). Parameter yang diamati adalah: densitas, penyerapan air, kuat tarik, kuat tekan, kuat patah, modulus elastisitas, koefisien ekspansi termal, dan analisa mikrostruktur dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa umumnya penambahan batu apung relatif menurunkan sifat fisis, mekanik, dan termal pada beton polimer. Sebaliknya jika jumlah resin epoksi ditingkatkan sampai 25 %, maka kualitas beton polimer cenderung meningkat. Kondisi optimum dicapai pada komposisi: 30 % berat batu apung, 70 % berat pasir( 75 % agregat ( batu apung + pasir)), dan 25 % berat resin epoksi. Pada komposisi tersebut mempunyai karakteristik sebagai berikut: densitas = 2,18 g/cm3, penyerapan air = 0,98%, kuat tekan = 31,2 MPa, kuat patah = 15,36 MPa, kuat tarik = 8,27 MPa, modulus elastisitas = 31 GPa dan koefisien ekspansi termal = 12,5 x 10-6 oC-1. Ternyata dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa beton polimer berbasis batu apung relatif lebih baik dibanding beton konvensional (semen portland). 09E02210 |
| บรรณานุกรม | : |
Juwairiah . (2552). Efek Komposisi Agregat Batu Apung Dan Epoxy Resin Dalam Pembuatan Polymer Concrete Terhadap Karakteristiknya.
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Juwairiah . 2552. "Efek Komposisi Agregat Batu Apung Dan Epoxy Resin Dalam Pembuatan Polymer Concrete Terhadap Karakteristiknya".
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Juwairiah . "Efek Komposisi Agregat Batu Apung Dan Epoxy Resin Dalam Pembuatan Polymer Concrete Terhadap Karakteristiknya."
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2552. Print. Juwairiah . Efek Komposisi Agregat Batu Apung Dan Epoxy Resin Dalam Pembuatan Polymer Concrete Terhadap Karakteristiknya. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2552.
|
