ridm@nrct.go.th   ระบบคลังข้อมูลงานวิจัยไทย   รายการโปรดที่คุณเลือกไว้

Stabilitas Panas Polipropilena Dengan Antioksidan Butil Hidroksi Toluena Dan Residu Asap Cair Hasil Pirolisis Cangkang Kelapa Sawit

หน่วยงาน University of Sumatera Utara Library, Indonesia

รายละเอียด

ชื่อเรื่อง : Stabilitas Panas Polipropilena Dengan Antioksidan Butil Hidroksi Toluena Dan Residu Asap Cair Hasil Pirolisis Cangkang Kelapa Sawit
นักวิจัย : Hirwati
คำค้น : polipropilena , residu asap cair cangkang kelapa sawit , stabiliser , interaksi
หน่วยงาน : University of Sumatera Utara Library, Indonesia
ผู้ร่วมงาน : Prof. Basuki Wirjosentono, MS, PhD; Dr. Marpongahtun, MSc; Dr. Minto Supeno, MS
ปีพิมพ์ : 2552
อ้างอิง : Franz , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/5853
ที่มา : -
ความเชี่ยวชาญ : -
ความสัมพันธ์ : -
ขอบเขตของเนื้อหา : -
บทคัดย่อ/คำอธิบาย :

Dalam penelitian ini telah dilakukan pencampuran antara polipropilena, residu asap cair cangkang kelapa sawit dan polipropilena, residu asap cair cangkang kelapa sawit dan Butil Hidroksi Toluen (BHT). Pencampuran dari komponen tersebut dapat terdistribusi secara merata (kompatibel) dengan adanya penambahan n-butanol sebagai jembatan penghubung antara polipropilena yang bersifat non polar dengan residu asap cair cangkang kelapa sawit yang bersifat polar. Proses pencampuran dilakukan dalam lemari asam dengan pelarut xilena pada temperatur 110oC selama + 30 menit dan hasil yang diperoleh dapat diamati dengan pengujian sifat-sifat mekanis, mikroskop elektron payaran (SEM), uji stabilitas termal, analisa termal differensial (DTA) dan spektroskopi infra merah fourier transform (FT-IR). Hasil uji sifat mekanis yang optimal diperoleh untuk penambahan residu asap cair sebanyak 0,2 gram yaitu (kekuatan tarik 2,32 kgf/mm2 dan kemuluran 7,8%) dengan waktu getas 390 menit. Hal ini menunjukkan bahwa residu asap cair cangkang kelapa sawit dapat berperan sebagai stabiliser dalam mempertahankan stabilitas termal agar tidak terdegradasi. Analisa DTA menunjukkan adanya peningkatan titik leleh dari 160oC dan temperatur dekomposisi dari 400oC ke 410oC setelah adanya penambahan residu asap cair cangkang kelapa sawit. Analisa FT-IR memperlihatkan bahwa penambahan residu asap cair cangkang kelapa sawit menyebabkan munculnyapuncak serapan di daerah bilangan gelombang gugus OH yang diindikasikan bahwa telah terjadi interaksi antara polipropilena dengan residu asap cair cangkang kelapa sawit yaitu dengan fenol yang merupakan salah satu fraksi yang terdapat dalam residu asap cair tersebut.

09E00171

บรรณานุกรม :
Hirwati . (2552). Stabilitas Panas Polipropilena Dengan Antioksidan Butil Hidroksi Toluena Dan Residu Asap Cair Hasil Pirolisis Cangkang Kelapa Sawit.
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia.
Hirwati . 2552. "Stabilitas Panas Polipropilena Dengan Antioksidan Butil Hidroksi Toluena Dan Residu Asap Cair Hasil Pirolisis Cangkang Kelapa Sawit".
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia.
Hirwati . "Stabilitas Panas Polipropilena Dengan Antioksidan Butil Hidroksi Toluena Dan Residu Asap Cair Hasil Pirolisis Cangkang Kelapa Sawit."
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2552. Print.
Hirwati . Stabilitas Panas Polipropilena Dengan Antioksidan Butil Hidroksi Toluena Dan Residu Asap Cair Hasil Pirolisis Cangkang Kelapa Sawit. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2552.