ridm@nrct.go.th   ระบบคลังข้อมูลงานวิจัยไทย   รายการโปรดที่คุณเลือกไว้

Penerjemahan Teks Mangupa Dari Bahasa Mandailing Ke Dalam Bahasa Inggris

หน่วยงาน University of Sumatera Utara Library, Indonesia

รายละเอียด

ชื่อเรื่อง : Penerjemahan Teks Mangupa Dari Bahasa Mandailing Ke Dalam Bahasa Inggris
นักวิจัย : Syahron Lubis
คำค้น : penerjemahan , terjemahan , teks budaya , teks sumber , teks sararan , teks mangupa
หน่วยงาน : University of Sumatera Utara Library, Indonesia
ผู้ร่วมงาน : Prof.Amrin Saragih,M.A.Ph.D; Prof.T.Silvana Sinar, M.A., Ph.D; Prof.Drs.M.R.Nababan, M.Ed.,M.A.,Ph.D
ปีพิมพ์ : 2553
อ้างอิง : Franz , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/5758
ที่มา : -
ความเชี่ยวชาญ : -
ความสัมพันธ์ : -
ขอบเขตของเนื้อหา : -
บทคัดย่อ/คำอธิบาย :

Penelitian ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk manfaat keilmuan penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan masalah-masalah penerjemahan dalam menerjemahkan teks mangupa, sebuah teks budaya Mandailing ke dalam bahasa Inggris disebabkan perbedaan yang luas dalam struktur kedua bahasa dan juga disebabkan perbedaan yang lebar antara budaya Mandailing dengan budaya Inggris sebagai asal bahasa dan kemudian untuk menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah penerjemahan tersebut. Yang kedua, untuk manfaat praktis, sebagai upaya untuk mempertahankan dan memperkenalkan upacara tradisional Mandailing yang memiliki nilai budaya yang tinggi yang hingga saat ini hanya diketahui oleh masyarakat Mandailing saja, kepada halayak lain dengan menerjemahkan teks upacara tersebut ke dalam bahasa Inggris yang pada gilirannya diharapkan akan menarik minat masyarakat asing untuk mengenal lebih luas budaya Mandailing. Data (teks yang telah diterjemahkan) penelitian deskriptif-kualitatif ini adalah teks mangupa tertulis dalam bahasa Mandailing yang terdiri dari 22 paragraf dan 37 pantun. Sejumlah publikasi yang berkaitan dengan bahasa dan budaya Mandailing dan Inggris juga telah digunakan sebagai sumber data dan juga sejumlah informan. Karena penerjemahan berhubungan dengan dua bahasa dan dua budaya yang berbeda, perbandingan beberapa aspek kebahasaaan penting kedua bahasa telah dilakukan dan perbandingan beberapa aspek kultural penting kedua budaya juga telah dilakukan. Setelah perbedaan kebahasaan dan kultural telah ditemukan, teks mangupa kemudian diterjemahkan dengan menerapkan metode penerjemahan berbasis makna; sebuah metode yang mentransfer makna teks sumber ke dalam teks sasaran untuk mencapai terjemahan yang akurat, terbaca dan berterima. Ditemukan bahwa bahasa Mandailing dan bahasa Inggris memiliki lebih banyak perbedaan daripada persamaan dalam struktur bahasa seperti afiksasi, pemajemukan, reduplikasi, pemenggalan kata, sistem pronomina, struktur frasa, pola-pola kalimat, komponen makna, polisemi, sinonim dan antonim, makna generik dan spesifik, metafora, idiom dan eufemisme. Juga ditemukan bahwa masyarakat Mandailing dan Inggris berbeda luas dalam sejumlah aspek kultural seperti agama dan kepercayaan, keluarga dan perkawinan, tipe masyarakat, ketimpangan gender, pemakaian bahasa dan sopan santun sosial. Disebabkan perbedaan struktur kedua bahasa, menerjemahkan frasa, kata majemuk dan kalimat dari teks sumber ke dalam teks sasaran menghadapi masalah. Subjek kalimat, jumlah dan konjungsi yang sering implisit dalam teks sumber juga menyebabkan masalah penerjemahan.Pemakaian banyak kata arkais juga membuat kesulitan penerjemahan dan karena bahasa Mandailing tidak memiliki tenses, hal itu juga menyebabkan masalah penerjemahan ke dalam bahasa Inggris yang memiliki tenses. Disebabkan perbedaan budaya di antara kedua masyarakat Mandailing dan Inggris sejumlah istilah dan ungkapan budaya Mandailing tidak memiliki padanan dalam bahasa Inggris dan oleh karena itu kata-kata tersebut harus dipinjam (tidak diterjemahkan) dengan memberikan penjelasan makna pada glosarium. Dan beberapa kata memiliki padanan tetapi nuansa budaya yang melekat pada kata-kata tersebut tidak dapat ditransfer ke dalam bahasa Inggris dan maknanya juga harus dijelaskan pada glosarium. Diperlukan kesabaran dan kehati-hatian dalam menerjemahkan ke 37 pantun ke dalam bahasa teks sasaran sebab tujuan penerjemahan pantun bukan hanya mengalihkan makna yang terkandung dalam pantun tetapi juga menciptakan persajakan pantun terjemahan. Sejumlah teknik penerjemahan telah digunakan untuk menghasilkan terjemahan yang baik. Teknik-teknik yang telah digunakan adalah transcreation, transformasi, penambahan, penghilangan, pengubahan, penciptaan, parafrase, restrukturisasi, eksplikasi, generalisasi, modulasi, spesifikasi dan penerjemahan harfiah. Dengan demikian penerjemahan teks mangupa tidak hanya menghadapi masalah-masalah kebahasaan tetapi juga masalah-masalah budaya dan berbagai teknik penerjemahan diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut agar tercapai terjemahan yang akurat, terbaca dan dapat diterima penutur asli bahasa sasaran. Selain teks mangupa masih ada sejumlah teks budaya Mandailing lain yang memiliki nilai budaya yang tinggi yang perlu dipertahankan dan diintroduksi ke masyarakat lain melalui penerjemahan demi pengayaan khasanah teori penerjemahan teks budaya dan diharapkan dapat memberi kontribusi kepada peningkatan kepariwisataan di Tanah Air.

10E00534

บรรณานุกรม :
Syahron Lubis . (2553). Penerjemahan Teks Mangupa Dari Bahasa Mandailing Ke Dalam Bahasa Inggris.
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia.
Syahron Lubis . 2553. "Penerjemahan Teks Mangupa Dari Bahasa Mandailing Ke Dalam Bahasa Inggris".
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia.
Syahron Lubis . "Penerjemahan Teks Mangupa Dari Bahasa Mandailing Ke Dalam Bahasa Inggris."
    กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2553. Print.
Syahron Lubis . Penerjemahan Teks Mangupa Dari Bahasa Mandailing Ke Dalam Bahasa Inggris. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2553.