| ชื่อเรื่อง | : | Nilai Dan Fungsi Ndungndungen Karo |
| นักวิจัย | : | Rosita Ginting |
| คำค้น | : | nilai sosial , budaya , ndungndungen karo |
| หน่วยงาน | : | University of Sumatera Utara Library, Indonesia |
| ผู้ร่วมงาน | : | Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S; Prof. Syaifuddin, M.A., Ph.D |
| ปีพิมพ์ | : | 2553 |
| อ้างอิง | : | Franz , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/5697 |
| ที่มา | : | - |
| ความเชี่ยวชาญ | : | - |
| ความสัมพันธ์ | : | - |
| ขอบเขตของเนื้อหา | : | - |
| บทคัดย่อ/คำอธิบาย | : | Tesis ini berjudul “Nilai dan Fungsi Ndungndungen Karo”. Tesis ini menjabarkan tentang macam-macam Ndungndungen Karo, nilai-nilai yang terkandung dalam Ndungndungen Karo, fungsi Ndungndungen Karo, dan bagaimana penggunaan Ndungndungen Karo pada saat sekarang ini. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik rekaman dan interviu. Metode kepustakaan juga digunakan dalam penelitian ini karena data sekunder dari penelitian ini adalah data-data yang ditemukan pada sumber pustaka. Data primer penulis dapatkan dari para informan. Ndungndungen Karo sama dengan pantun dalam bahasa Indonesia, pewarisannya melalui lisan (oral tradition). Umumnya, Ndungndungen Karo terdiri atas empat larik setiap bait, dua larik pertama merupakan sampiran dan dua larik terakhir merupakan isi. Menurut isinya, Ndungndungen Karo dapat dibagi atas Ndungndungen yang berisi: nasihat, nasib, percintaan, perkenalan, perpisahan, humor, dan adat. Makna Ndungndungen Karo banyak yang mencerminkan nilai-nilai sosial, budaya dan nilai-nilai didaktis. Fungsi Ndungndungen Karo adalah: fungsi komunikasi, fungsi yang berkaitan dengan norma-norma sosial, fungsi sebagai pengajaran adat, fungsi pengungkapan emosional, fungsi estetis, dan fungsi sebagai alat pendidikan. Penggunaan Ndungndungen Karo sekarang ini cenderung berkurang bila dibandingkan dengan masa lampau. Dahulu seorang pemuda dalam pergaulannya dengan seorang gadis mempergunakan Ndungndungen sebagai alat komunikasi antara mereka. Berbeda dengan muda-mudi sekarang tidak lagi menggunakan Ndungndungen sebagai alat untuk menyampaikan maksud. Tapi para orang tua masih sering menggunakan Ndungndungen pada setiap upacara adat Karo dan acara kebaktian di gereja. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tujuan masyarakat Karo berndungndungen (berpantun) ialah untuk mendidik dan mengajar anggota masyarakat agar mampu menasihati dan mengetahui sopan santun, adat istiadat, dan kekerabatan. 10E00532 |
| บรรณานุกรม | : |
Rosita Ginting . (2553). Nilai Dan Fungsi Ndungndungen Karo.
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Rosita Ginting . 2553. "Nilai Dan Fungsi Ndungndungen Karo".
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Rosita Ginting . "Nilai Dan Fungsi Ndungndungen Karo."
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2553. Print. Rosita Ginting . Nilai Dan Fungsi Ndungndungen Karo. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2553.
|
