| ชื่อเรื่อง | : | Perbedaan Ukuran Lebar Lengkung Gigi Dan Lebar Lengkung Alveolar Maloklusi Klas II Divisi 1 Dan Klas I Oklusi Normal |
| นักวิจัย | : | Nazruddin |
| คำค้น | : | perbedaan ukuran lebar lengkung gigi , lebar lengkung alveolar maloklusi klas ii divisi 1 , klas i oklusi normal |
| หน่วยงาน | : | University of Sumatera Utara Library, Indonesia |
| ผู้ร่วมงาน | : | Harahap, Nurhayati , Erna S. |
| ปีพิมพ์ | : | 2552 |
| อ้างอิง | : | Franz , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3958 |
| ที่มา | : | - |
| ความเชี่ยวชาญ | : | - |
| ความสัมพันธ์ | : | - |
| ขอบเขตของเนื้อหา | : | - |
| บทคัดย่อ/คำอธิบาย | : | Masa transisi pertumbuhan gigi geligi dari gigi susu, gigi bercampur ke gigi permanen dapat menimbulkan perubahan-perubahan pada panjang lengkung gigi, lebar intermolar dan interkaninus, dan hubungan skeletal maksila dan mandibula. Maloklusi Klas II divisi 1 merupakan salah satu anomali yang dapat terjadi pada masa transisi tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan dimensi transversal Klas II divisi 1 dengan Klas I oklusi normal. Pada penelitian ini telah dilakukan pengukuran pada empat puluh empat buah model gigi yang diperoleh dari arsip klinik Departemen Ortodonti, dengan maloklusi Klas II divisi 1 dan Klas I oklusi normal sebagai kontrol grup. Paired sample t-test telah digunakan untuk membandingkan ke dua grup. Dari hasil pengukuran didapatkan perbedaan yang bermakna pada regio lebar lengkung alveolar interkaninus maksila UAC-C (P < 0.05) , lebar lengkung alveolar intermolar maksila UAM-M (P < 0.05), lebar lengkung alveolar intermolar mandibula LAM-M (P < 0.05), dimana pada region-regio ini Klas II divisi 1 mempunyai lebar lengkung alveolar yang lebih sempit dari pada Klas I . Dan hasil yang sangat bermakna dijumpai pada regio lebar lengkung gigi interpremolar maksila UP-P (P < 0.001). pada regio ini lebar lengkung gigi Klas I lebih besar dari pada Klas II divisi 1. Demikian juga lebar lengkung alveolar interkaninus mandibula LAC-C (P < 0.001) dan lebar lengkung alveolar interpremolar mandibula LAP-P (P < 0.01), pada regio-regio ini Klas II divisi 1 mempunyai lebar lengkung alveolar yang lebih sempit jika dibandingkan dengan Klas I oklusi normal. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosa dan rencana perawatan maloklusi Klas II divisi 1. 09E01835 |
| บรรณานุกรม | : |
Nazruddin . (2552). Perbedaan Ukuran Lebar Lengkung Gigi Dan Lebar Lengkung Alveolar Maloklusi Klas II Divisi 1 Dan Klas I Oklusi Normal.
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Nazruddin . 2552. "Perbedaan Ukuran Lebar Lengkung Gigi Dan Lebar Lengkung Alveolar Maloklusi Klas II Divisi 1 Dan Klas I Oklusi Normal".
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Nazruddin . "Perbedaan Ukuran Lebar Lengkung Gigi Dan Lebar Lengkung Alveolar Maloklusi Klas II Divisi 1 Dan Klas I Oklusi Normal."
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2552. Print. Nazruddin . Perbedaan Ukuran Lebar Lengkung Gigi Dan Lebar Lengkung Alveolar Maloklusi Klas II Divisi 1 Dan Klas I Oklusi Normal. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2552.
|
