| ชื่อเรื่อง | : | Pemanfaatan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Koagulan Alternatif Dalam Proses Penjernihan Limbah Cair Industri Tekstil |
| นักวิจัย | : | Rambe, Ahmad Mulia |
| คำค้น | : | biji kelor , limbah cair industri tekstil (pencucian jeans) , koagulasi , flokulasi , alum |
| หน่วยงาน | : | University of Sumatera Utara Library, Indonesia |
| ผู้ร่วมงาน | : | Pandia, Setiaty , Ginting, M.Hendra S. |
| ปีพิมพ์ | : | 2552 |
| อ้างอิง | : | Franz , http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/4415 |
| ที่มา | : | - |
| ความเชี่ยวชาญ | : | - |
| ความสัมพันธ์ | : | - |
| ขอบเขตของเนื้อหา | : | - |
| บทคัดย่อ/คำอธิบาย | : | Pemanfaatan biji kelor yang selama ini hanya sebagai limbah yang jarang digunakan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pengelolaan limbah cair, yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh biji kelor sebagai koagulan, pH limbah cair Industri tekstil (pencucian jeans) ukuran partikel biji kalor dan kombinasi biji kelor dengan alum terhadap persentase penurunan kekeruhan, Total Suspended Solid, kadar warna dan Chemical Oxygen Demand limbah cair industri tekstil (pencucian jeans) dengan menggunakan metode koagulasi – flokulasi. Variabel penelitian adalah dosis biji kelor (750, 875, 1000, 1125 dan 1250 mg/L limbah cair pencucian jeans) ukuran partikel biji kelor 212 mesh dan dosis biji kelor dengan alum 750 + 1250; 875 + 1125; 1000 + 1000; 1125 + 875; 1250 + 750 mg/L limbah. Analisa data dilakukan secara grafis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rentang pengamatan yang dilakukan, dosis biji kelor sebagai koagulan yang optimum adalah 1250 mg/L limbah cair industri tekstil (pencucian jeans) pada pH 7,8. Serbuk biji kelor 212 mesh pada dosis 1250 mg/L mampu menyisihkan kekeruhan sebesar 77,77%, Total Suspended Solid sebesar 83,69% dan Chemical Oxygen Demand sebesar 75,86% dan kadar warna merah 0,05, biru 0,20, kuning 0,37 pada alat lovibond. Pada dosis alum 1250 mg/L dan ukuran partikel 212 mesh mampu menyisihkan kekeruhan sebesar 80,06 %, Total Suspended Solid sebesar 84,72% Chemical Oxygen Demand sebesar 94,49% dan kadar warna merah 0,04 biru 0,15, kuning 0,35 pada alat lovibond. Sedangkan kombinasi serbuk biji kelor dengan alum yang terbaik pada rasio massa 8:8 pada limbah cair industri tekstil (pencucian jeans) menggunakan partikel ukuran 212 mesh dapat menyisihkan kekeruhan sebesar 76,92%, Total Suspended Solid sebesar 78,60% Chemical Oxygen Demand sebesar 71,92% dan kadar warna merah 0,06, biru 0,18, kuning 0,27 pada alat lovibond. Penggunaan biji kelor sebagai koagulan lebih efektif dibandingkan dengan kombinasi biji kelor dan alum dalam hal penyisihan kekeruhan, Total Suspended Solid, Chemical Oxygen Demand dan kadar warna pada pH 7,8 09E00720 |
| บรรณานุกรม | : |
Rambe, Ahmad Mulia . (2552). Pemanfaatan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Koagulan Alternatif Dalam Proses Penjernihan Limbah Cair Industri Tekstil.
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Rambe, Ahmad Mulia . 2552. "Pemanfaatan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Koagulan Alternatif Dalam Proses Penjernihan Limbah Cair Industri Tekstil".
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia. Rambe, Ahmad Mulia . "Pemanfaatan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Koagulan Alternatif Dalam Proses Penjernihan Limbah Cair Industri Tekstil."
กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia, 2552. Print. Rambe, Ahmad Mulia . Pemanfaatan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Koagulan Alternatif Dalam Proses Penjernihan Limbah Cair Industri Tekstil. กรุงเทพมหานคร : University of Sumatera Utara Library, Indonesia; 2552.
|
